Poem30 March, 2007 07:11:10

kini, perlahan semua menjadi terang
kini, cinta tak lagi dapat berkurang
kini, tak ada kalah atau menang
kini, tak ada lagi pikiran yang menerawang
semua telah terucap dengan gamblang
terkatakan tanpa ada bayang-bayang

ingin ku janjikan dirimu sejuta kata cinta
setiap malam sebelum pagi tiba
agar kau merasa hangat dalam kata
ingin ku berikan dirimu sekuntum bunga
setiap hari sebelum malam tiba
agar kau merasa sejuk dalam warna
ku ingin di setiap waktu kau dapat bahagia
ku ingin di setiap saat kau dapat merasa
bahwa ku masih ada, di saat kau bertanya

sudikah kau meletakku di dasar hati
di suatu sisi yang tak bersudut
agar ku selalu dapat menikmati
lembut hati mu yang tak berwujud

meski mungkin ku yang harus pergi
aku tak peduli, asal kau tlah mengerti
kejujuran yang ku ungkapkan dari hati
kejujuran yang tak kan pernah terdustai

ku akan melangkah dengan tegar
karena sedikit hari dari hidup mu
telah ku tulis dengan sejuta lembar
kata cinta yang selalu kau tunggu

entah sampai kapan waktu itu
entah apakah ku juga kan mampu
melepaskan engkau wahai cintaku
melepas kepada orang yang tak mengenalmu

ku ingin kau tersenyum selalu
walau rasa sakit telah menunggu
karena ku kan selalu tersenyum untukmu
walau ku lebih sakit untuk melepasmu

Poem29 March, 2007 07:12:35

jantungku berdegup dengan kencang
saat ku tahu dirimu kan datang
seharusnya aku akan merasa senang
tapi ku takut dirimu akan menghilang

ku bukan lelaki yang pantas dengannya
aku hanya seseorang tanpa apa apa
seseorang yang lebih pantas dihina
yang tak bisa memberikan keinginannya
yang tak dapat mewujudkan impiannya

aku takut engkau kan pergi
pergi meninggalkan ku sendiri
pergi dengan meninggalkan mimpi
mimpi yang pernah kita jalani

aku takut ku akan mencintai
dirimu wahai pujaan hati
dirimu yang tak bisa termiliki
hingga ku menentang semua kenyataan ini

yakinkah dirimu ingin bertemu aku
siapkah engkau untuk menjadi bisu
kuatkah engkau melawan semua pilu
karena aku jauh berbeda dari anganmu

ku bukan orang yang dapat memberi mu segala
ku tak punya sesuatupun yang buat mu bangga
karena aku memang lelaki biasa
yang hanya mempunyai sedikit kata-kata
kata-kata yang sangat tak berharga

Poem 06:13:46

berjalan tertatih dalam terik gurun
gurun waktu yang lambat mengalun
mengeringkan cintaku tanpa ampun
hingga tak tersisa sedikit pun

kejam dunia ini tak berbalas
hingga wajahku pucat memelas
menunggu cinta yang telah tergilas
menjadi keping-keping yang terbias

mungkin di sini ku tak mungkin mencinta
mungkin di sini ku tak dapat dicinta
haruskah ku menanti hingga akhir masa
menunggu dirimu di dalam surga

perasaan ini datang dan pergi
tak pernah diam di dalam hati
tak pernah mau lagi mengerti
bahwa engkau telah termiliki

oh pemilik senyuman yang buas
tak pernahkah kau merasa puas
membuatku menjadi seperti kapas
melayang di langit asmara yang luas
mencari celah dalam hatimu yang keras

ku tak tahu aku mencari apa
ku tak tahu aku menunggu apa
ku hanya ingin mencintanya
ku cuma ingin merabanya
walau semua terbungkus dalam dosa

benarkah aku diterima oleh surga
ataukah ku telah dinanti neraka
karena semua dosa yang aku cipta
saat mencintai dirimu yang telah berdua
saat melupakan dirinya yang menunggu di sana

aku bukan orang yang sempurna
bahkan, bukan orang yang pantas dipuja
melainkan ku hanya lelaki biasa
yang selalu berusaha membuatmu tertawa

bila kau tak menemui aku di surga
sudikah engkau mencariku di neraka
memberi ciuman kasih penuh cinta
ciuman yang ku nanti selamanya

haruskah aku selalu mendendam
pada takdir yang telah terekam
pada kenyataan yang tersuram
karena itu hanya buat jiwaku kelam

Poem28 March, 2007 07:15:04

tak tersadar akan sebuah duka
tak teringat akan sejuta kecewa
ku coba untuk membuatmu ketawa
walau tetap saja itu tak bisa

di dalam raut wajah cantik itu
tersimpan kecewaan yang menunggu
kekecewaan yang selalu ada disitu
kekecewaan akan sebuah rasa rindu

bodohkah semua laki-laki di muka bumi ini
tololkah mereka yang menjadikanmu seperti ini
membuat hati yang rapuh tergores kembali
membuat cinta yang terang terbutakan lagi

aku juga seorang laki-laki
tapi ku dapat mengerti sakit ini
sama seperti yang kau rasa di hati
sama seperti yang kau rasa saat ini

inginku membuatmu tersenyum kembali
sayang…., bukan aku yang ingin kau nanti
inginku membuatmu tertawa lagi
sayang…., saat ini bukan aku yang ada di hati

ku hanya seorang pemulung cinta
yang hanya bisa mengais jutaan bait kata
dari sisa-sisa perjalanan cintanya
dari sisa-sisa serpihan rindunya
yang jarang sekali ku rasakannya

membuat semua menjadi lebih terang
sebelum malam kan kembali datang
sebelum cinta kan kembali terlarang
sebelum senyum manismu hilang

ku akan menjadi pangeran mimpi
yang menggelitikmu dengan puisi
yang menyayangmu sepenuh hati
akan kulakukan semua itu dengan pasti
hingga tiada kata kecewa lagi
hingga senyum tak akan terbang lagi

Poem 06:15:52

dalam sunyi pagi hari
kunanti suara mu kembali
sejuk bagai embun pagi
yang tak mungkin tertandingi

ku hanya cangkir tanpa isi
tercipta hanya untuk menanti
kepastian yang datang dari hati
entah kapan akan terpenuhi

mencoba utarakan semua maksud
hanya untuk membuat mu terkejut
sebelum nyali ini mulai mengkerut
sebelum aku menjadi penakut

kan kurangkul semua keberanian
hingga tak ada sisa lagi di badan
akankah ku dapat semua keinginan
sebelum hilang semua kesabaran

ingin ku nyanyikan perasaan hati
berdua dengan mu wahai kekasih
melantunkan semua perasaan diri
melahirkan melodi cinta yang putih

mencoba meraih indah tanganmu
memeluk indah tubuhmu
menari seiring alunan lagu
lagu yang tercipta untuk mu

Poem27 March, 2007 07:16:49

perih kembali datang mendera
saatku hendak kembali mendamba
sesosok bayangan yang sempurna
seutas bayangan yang banyak dipuja

sakit ini membuatku tenggelam
dalam perasaan cinta yang kelam
dalam dunia yang setengah terpejam
hingga pelangi pun berwarna hitam

tak ada lagi warna di mata
tak ingin lagi cinta untuk dirasa
yang kuingin hanya secercah dirinya
dia yang telah membuatku gila

ku hanya dapat mengikutinya
mengendus sisa langkahnya
membuntuti aroma tubuhnya
sampai tiba di ujung dunia
sampai datang akhir dari masa

tak sanggupku berjalan bersamanya
akan banyak orang yang kecewa
tak dapatku menggandengnya
karena ku hanya binatang yang melata
yang hanya dapat melihat dua warna

aku hanya seekor anjing kampung
yang tak pernah bisa beruntung
yang selalu merasa terkurung
dalam himpitan kasih tak berujung

kepada siapa ku dapat bertanya
kepada apa ku akan memaksa
untuk mencarikan aku sebersit cinta
cinta yang tak mengenal akan warna
warna yang telah membisukan mata
warna yang telah melumpuhkan telinga
warna yang telah membutakan jiwa

Poem26 March, 2007 07:17:39

deru angin meniup dari belakangku
seakan menyuruhku untuk terus maju
untuk mendapatkan hangat cintamu
untuk membuatmu menjadi miliku

tak tersadar tabalnya dinding di depanku
tak terkira kokohnya tembok menghalangku
tak melihat dalamnya jurang di hadapanku
tak merasa tajamnya duri yang akan menusukku

ku ingin terus mengejarmu
walau sakit akan menderaku
ku ingin terus memujamu
walau perih akan membungkamku
ku ingin terus menggapaimu
walau rantai telah membelenggu

kenapa ku merasa nyaman bersamamu
seakan jiwaku mampu mendengarmu
mendengarkan sejuta madah ditelingaku
mengalunkan puisi indah yang menderapku
membuatku selalu merindukan dirimu

ku hanya seorang lelaki biasa
yang ingin mengerti keajaiban wanita
yang mengagumi keindahannya
yang merindukan kehangatan kasihnya
yang merasa dapat memahaminya

cinta adalah sebuah puisi
yang sanggup untuk bernyanyi
mengungkapkan semua isi hati
tak tergambar dengan pasti
tak terpahat dengan sendiri

tak butuh seseorang yang terpandai
cukup kita yang dapat merangkai
serpihan cinta yang terbengkalai
yang sanggup membuat jiwa terbuai

mengapa kita mengacuhkan cinta
tak pernah lagi memperdulikannya
angkuh, tak lagi memandangnya
sampai kita kehilangan dirinya
saat itu baru kita dapat merasa
merasakan cinta di saat telah tiada

Poem24 March, 2007 07:18:47

tak punya mata
tak punya jiwa
tak punya kata
tak punya raga
hanya tersisa cinta

mungkin itu lebih dari cukup
mungkin hanya itu yang ku sanggup
menikmati cinta yang mulai sayup
menikmati cinta yang mulai kuncup

terasa kaki ku mulai lunglai
menghadapi semua yang membuai
mengajakku untuk sejenak bersantai
melepaskan masalah yang menuai

tapi semua hanya ilusi
semua merangkak mimpi
tanpa ujung yang pasti
tanpa akhir yang dinanti

ku berjalan dengan cinta
tanpa pernah mau bertanya
hanya pengharapan yang ada
pengharapan untuk bertemunya

wahai pemilik semesta jagad raya
mohon putuskan sekarang juga
siapa yang ada di ujung sana
mencariku dengan segala cinta
menunggu ku tanpa ada rasa iba
menerimaku tanpa melihat segala

Poem23 March, 2007 07:19:27

kedua kakiku tak mampu lagi menopang
perasaan hati yang selalu bimbang
menjalani semua tanpa cahaya terang
menjalani cinta yang pasti kan hilang

ingin ku istirahat untuk sejenak
melepaskan semua sedih dalam benak
menghilangkan keraguan yang menanjak
untuk merayumu dalam lantunan sajak

seakan ku tertancap jutaan panah
yang mendatangi dari segala penjuru
membuat aku kehilangan arah
tak tahu apa yang akan ku tuju

tak selamanya mataku dapat melihat
tak selamanya mulutku dapat berucap
tak selamanya telingaku dapat mendengar
tapi satu yang ku janjikan padamu
hati ini akan selalu mencintaimu

alunan bait yang kian menggema
melantunkan nyanyian-nyanyian surga
memelukmu dalam dekapan cinta
menghangatkanmu dengan kisah asmara

wahai engkau yang di barat sana
sudikah engkau untuk tetap sama
mencintaiku walau engkau tak bisa
menyayangiku walau aku tak ada

ku ingin menjadi air di dalam sumur
jauh di dasar yang tak terukur
sendiri menunggu dalam sisa umur
menunggu untuk dapat terpancur
membasahi lekuk tubuhmu dengan bilur
menghapus cintamu yang tak bisa luntur
menghilangkan dirinya yang enggan mundur

Poem 06:20:25

merasakanmu di kala malam
memelukmu di waktu kelam
seakan meramu seluruh alam
ke dalam puisi cinta yang awam

jugakah kau rasakan kehadiran
diri aku yang slalu kau nantikan
tuk menjadi udara kesegaran
kau hirup di spanjang kesempatan

wahai permadani terbangku
bawalah setetes cairan tubuhku
hingga nanti kan dapat bertemu
kekasih yang selalu kurindu
tuk mencumbunya di sepanjang waktu
tuk melepaskan gejolak nafsu

wahai para pujangga cinta
sadarkah, ku selalu meminta
syair keagungan rasa mulia
syair kebanggaan gairah jiwa

apakah masih ada esok hari
apakah masih ada matahari
apakah masih saja aku cari
apakah masih ingin ku sendiri

engkau adalah bidadari surga
suci bagai jernihnya air telaga
polos tanpa mengenakan busana
tak ada cacat yang dapat terasa
seperti itulah engkau, wahai cinta

ku dapat merasa di dalam mimpi
ku dapat terluka di dalam mimpi
ku dapat menggila di dalam mimpi
ku dapat mati, hanya karna tak mimpi

tak bisa lagi dapat aku bedakan
antara dunia mimpi dan kenyataan
apakah aku bermimpi tentang kepastian
atau kecintaan yang membuatku berangan
selalu membayangkan akan kecantikan
dari dirimu yang tak dapat tergantikan

saat ku hembuskan nafas perpisahan
kuingin engkau yang memberikan
udara yang penuh ketentraman
yang kau sampaikan lewat kecupan