Aku merangkak dengan beban di pundaku
beban sejuta pertanyaan yang mengganggu
tertatih melewati tajamnya kerikil ragu
hanya untuk menggapai pintu hatimu
pintu hati yang tak mungkin terbuka
untuk diriku yang hanya bisa memuja
memuja dirimu, wahai peri cinta
memuja dirimu dengan air mata
Mungkinkah akan segera mengerti
Seiring diriku bermimpi
Untuk meminta secuil hati
Yang tak akan mungkin kau beri
haruskah ku ingatkan kembali
betapa dalam cinta ini
haruskah ku katakan lagi
betapa tulus cinta ini
hanya saja kau tak tahu itu
hanya saja kau tak mau itu
hanya saja kau tak rasa itu
hanya saja kau telah ragu
Pengecutkah diriku
berdosakah hati ini
karena mencintai mu
dirimu yang sudah dipunyai

