Poem20 March, 2007 07:24:26

Dalam kesejukan kota Yogya yang panas
sendiri ku dalam kegembiraan yang cemas
berusaha dalam kekuatanku yang lemas
mengendalikan sifat baikku yang buas

bagai sejuta lebah berdesis di kepala
siap menyengat dengan racunnya
yang dapat menjadikan ku lupa
lupa bahwa aku telah jatuh cinta

apa semua yang di kepalaku terbalik
terpasak oleh sejuta jarum suntik
disengat oleh jutaan volt listrik
apa tak ada satu dariku yang baik
tak ada sesuatu pun yang menarik
tak satu pun dariku yang terlihat cantik

ku hanya bisa terlelap buaian haru
menangis dalam lautan pilu
ini hatiku, ini jiwaku, ini diriku
yang telah terkoyak akan nafsu
menjadikan ku tanpa sehelai malu
tanpa mengenakan segenggam baju
mencumbumu tanpa ada ragu
menstubuhimu di setiap waktu
dirimu yang tak lagi satu
dirimu yang bukan punyaku

siapakah aku
di manakah aku
kenapa dengan aku
kemanakah langkahku
kenapa semua menjadi ragu
kenapa tak ada yang tahu
tak ada yang coba mengingatkanku
tak ada yang berusaha memberitahu

apakah ku telah menjadi gila
gila untuk terus memikirkan asa
yang hilang entah kemana
hilang entah oleh siapa
hilang entah di mana

ingin ku akhiri hidup ini
tapi aku takut mati
ingin ku sudahi langkah ini
tapi ku tak berani menepi

sudahlah ku jalani saja semua ini
sampai ajal datang dengan pasti
semoga tak ada kerikil lagi
yang dapat membuat luka di dalam hati
berharap tak ada sungai lagi
yang dapat menghanyutkan ku dalam iri

cukup sudah ini yang terakhir
banyak sudah yang mencibir
akan jalan ku yang telah terlahir
dari semua cinta yang ku pikir

Poem 06:25:33

Apakah mataku telah menjadi buta
Apakah tanganku tak bisa meraba
Apakah siang tak lagi punya mentari
Apakah bintang enggan berkilau lagi

mengapa ku tak dapat lagi mencari
mencari cinta yang terus bersembunyi
dari semua kenyataan yang terpungkiri
menohok ke dalam relung sanubari

semua kesan yang kau beri
semua kata yang kau bisiki
membuatku berharap kembali
menjadikanku bergairah lagi
(tuk) memohon padamu, wahai sang dewi
akan cinta yang tanpa lelah bersembunyi

benarkah aku telah bermain api
api yang dapat membuatku mati
mati dengan cinta di dalam hati
mati tanpa dapat terbalas lagi

mengapa ku tak lagi dapat bersauh
pada samudra cintamu yang telah penuh
pada lautan asmaramu yang begitu teduh
hanya untuk dapat sekedar membasuh
kering hatiku yang telah rapuh
agar ku dapat kembali menempuh
perjalanan hidupku yang begitu jauh

adakah sesuatu yang dapat buatmu mengerti
agar engkau tak lagi akan bersembunyi
dari semua kenyataan dalam kehidupan ini
karena semakin lama dirimu bersembunyi
akan semakin sakit kau rasakan di hati

wahai engkau mawar putihku
masih kah nanti kau ingat padaku
diriku yang hanya bisa memujamu
diantara sejuta pria yang mengagumimu
diriku yang hanya dapat memandangmu
dibandingkan dia yang akan memetikmu

wahai para penyihir mimpi
kutuklah semua malam hari
kutuklah agar ku dapat nikmati
dirimu yang telah termiliki

karena hanya di dalam mimpi
akhirnya aku dapat memiliki
cinta yang tak pernah akan mati
tersimpan selamanya dalam peti hati
yang tak pernah akan terkunci
sampai akhir masa kan ku nanti

cintaku tak pernah bersembunyi
menanti cintamu di dalam mimpi
akankah kau datang malam ini?
mungkinkah kau dapat hadir lagi?
menemani diriku yang sendiri
memberi kecupan pada bibir ini
memberi kehangatan dalam hati
walau semua hanya sekedar ilusi
walau semua tak mungkin terjadi