Dalam kesejukan kota Yogya yang panas
sendiri ku dalam kegembiraan yang cemas
berusaha dalam kekuatanku yang lemas
mengendalikan sifat baikku yang buas
bagai sejuta lebah berdesis di kepala
siap menyengat dengan racunnya
yang dapat menjadikan ku lupa
lupa bahwa aku telah jatuh cinta
apa semua yang di kepalaku terbalik
terpasak oleh sejuta jarum suntik
disengat oleh jutaan volt listrik
apa tak ada satu dariku yang baik
tak ada sesuatu pun yang menarik
tak satu pun dariku yang terlihat cantik
ku hanya bisa terlelap buaian haru
menangis dalam lautan pilu
ini hatiku, ini jiwaku, ini diriku
yang telah terkoyak akan nafsu
menjadikan ku tanpa sehelai malu
tanpa mengenakan segenggam baju
mencumbumu tanpa ada ragu
menstubuhimu di setiap waktu
dirimu yang tak lagi satu
dirimu yang bukan punyaku
siapakah aku
di manakah aku
kenapa dengan aku
kemanakah langkahku
kenapa semua menjadi ragu
kenapa tak ada yang tahu
tak ada yang coba mengingatkanku
tak ada yang berusaha memberitahu
apakah ku telah menjadi gila
gila untuk terus memikirkan asa
yang hilang entah kemana
hilang entah oleh siapa
hilang entah di mana
ingin ku akhiri hidup ini
tapi aku takut mati
ingin ku sudahi langkah ini
tapi ku tak berani menepi
sudahlah ku jalani saja semua ini
sampai ajal datang dengan pasti
semoga tak ada kerikil lagi
yang dapat membuat luka di dalam hati
berharap tak ada sungai lagi
yang dapat menghanyutkan ku dalam iri
cukup sudah ini yang terakhir
banyak sudah yang mencibir
akan jalan ku yang telah terlahir
dari semua cinta yang ku pikir

