Poem23 March, 2007 07:19:27

kedua kakiku tak mampu lagi menopang
perasaan hati yang selalu bimbang
menjalani semua tanpa cahaya terang
menjalani cinta yang pasti kan hilang

ingin ku istirahat untuk sejenak
melepaskan semua sedih dalam benak
menghilangkan keraguan yang menanjak
untuk merayumu dalam lantunan sajak

seakan ku tertancap jutaan panah
yang mendatangi dari segala penjuru
membuat aku kehilangan arah
tak tahu apa yang akan ku tuju

tak selamanya mataku dapat melihat
tak selamanya mulutku dapat berucap
tak selamanya telingaku dapat mendengar
tapi satu yang ku janjikan padamu
hati ini akan selalu mencintaimu

alunan bait yang kian menggema
melantunkan nyanyian-nyanyian surga
memelukmu dalam dekapan cinta
menghangatkanmu dengan kisah asmara

wahai engkau yang di barat sana
sudikah engkau untuk tetap sama
mencintaiku walau engkau tak bisa
menyayangiku walau aku tak ada

ku ingin menjadi air di dalam sumur
jauh di dasar yang tak terukur
sendiri menunggu dalam sisa umur
menunggu untuk dapat terpancur
membasahi lekuk tubuhmu dengan bilur
menghapus cintamu yang tak bisa luntur
menghilangkan dirinya yang enggan mundur

Poem 06:20:25

merasakanmu di kala malam
memelukmu di waktu kelam
seakan meramu seluruh alam
ke dalam puisi cinta yang awam

jugakah kau rasakan kehadiran
diri aku yang slalu kau nantikan
tuk menjadi udara kesegaran
kau hirup di spanjang kesempatan

wahai permadani terbangku
bawalah setetes cairan tubuhku
hingga nanti kan dapat bertemu
kekasih yang selalu kurindu
tuk mencumbunya di sepanjang waktu
tuk melepaskan gejolak nafsu

wahai para pujangga cinta
sadarkah, ku selalu meminta
syair keagungan rasa mulia
syair kebanggaan gairah jiwa

apakah masih ada esok hari
apakah masih ada matahari
apakah masih saja aku cari
apakah masih ingin ku sendiri

engkau adalah bidadari surga
suci bagai jernihnya air telaga
polos tanpa mengenakan busana
tak ada cacat yang dapat terasa
seperti itulah engkau, wahai cinta

ku dapat merasa di dalam mimpi
ku dapat terluka di dalam mimpi
ku dapat menggila di dalam mimpi
ku dapat mati, hanya karna tak mimpi

tak bisa lagi dapat aku bedakan
antara dunia mimpi dan kenyataan
apakah aku bermimpi tentang kepastian
atau kecintaan yang membuatku berangan
selalu membayangkan akan kecantikan
dari dirimu yang tak dapat tergantikan

saat ku hembuskan nafas perpisahan
kuingin engkau yang memberikan
udara yang penuh ketentraman
yang kau sampaikan lewat kecupan