kedua kakiku tak mampu lagi menopang
perasaan hati yang selalu bimbang
menjalani semua tanpa cahaya terang
menjalani cinta yang pasti kan hilang
ingin ku istirahat untuk sejenak
melepaskan semua sedih dalam benak
menghilangkan keraguan yang menanjak
untuk merayumu dalam lantunan sajak
seakan ku tertancap jutaan panah
yang mendatangi dari segala penjuru
membuat aku kehilangan arah
tak tahu apa yang akan ku tuju
tak selamanya mataku dapat melihat
tak selamanya mulutku dapat berucap
tak selamanya telingaku dapat mendengar
tapi satu yang ku janjikan padamu
hati ini akan selalu mencintaimu
alunan bait yang kian menggema
melantunkan nyanyian-nyanyian surga
memelukmu dalam dekapan cinta
menghangatkanmu dengan kisah asmara
wahai engkau yang di barat sana
sudikah engkau untuk tetap sama
mencintaiku walau engkau tak bisa
menyayangiku walau aku tak ada
ku ingin menjadi air di dalam sumur
jauh di dasar yang tak terukur
sendiri menunggu dalam sisa umur
menunggu untuk dapat terpancur
membasahi lekuk tubuhmu dengan bilur
menghapus cintamu yang tak bisa luntur
menghilangkan dirinya yang enggan mundur

