deru angin meniup dari belakangku
seakan menyuruhku untuk terus maju
untuk mendapatkan hangat cintamu
untuk membuatmu menjadi miliku

tak tersadar tabalnya dinding di depanku
tak terkira kokohnya tembok menghalangku
tak melihat dalamnya jurang di hadapanku
tak merasa tajamnya duri yang akan menusukku

ku ingin terus mengejarmu
walau sakit akan menderaku
ku ingin terus memujamu
walau perih akan membungkamku
ku ingin terus menggapaimu
walau rantai telah membelenggu

kenapa ku merasa nyaman bersamamu
seakan jiwaku mampu mendengarmu
mendengarkan sejuta madah ditelingaku
mengalunkan puisi indah yang menderapku
membuatku selalu merindukan dirimu

ku hanya seorang lelaki biasa
yang ingin mengerti keajaiban wanita
yang mengagumi keindahannya
yang merindukan kehangatan kasihnya
yang merasa dapat memahaminya

cinta adalah sebuah puisi
yang sanggup untuk bernyanyi
mengungkapkan semua isi hati
tak tergambar dengan pasti
tak terpahat dengan sendiri

tak butuh seseorang yang terpandai
cukup kita yang dapat merangkai
serpihan cinta yang terbengkalai
yang sanggup membuat jiwa terbuai

mengapa kita mengacuhkan cinta
tak pernah lagi memperdulikannya
angkuh, tak lagi memandangnya
sampai kita kehilangan dirinya
saat itu baru kita dapat merasa
merasakan cinta di saat telah tiada