perih kembali datang mendera
saatku hendak kembali mendamba
sesosok bayangan yang sempurna
seutas bayangan yang banyak dipuja

sakit ini membuatku tenggelam
dalam perasaan cinta yang kelam
dalam dunia yang setengah terpejam
hingga pelangi pun berwarna hitam

tak ada lagi warna di mata
tak ingin lagi cinta untuk dirasa
yang kuingin hanya secercah dirinya
dia yang telah membuatku gila

ku hanya dapat mengikutinya
mengendus sisa langkahnya
membuntuti aroma tubuhnya
sampai tiba di ujung dunia
sampai datang akhir dari masa

tak sanggupku berjalan bersamanya
akan banyak orang yang kecewa
tak dapatku menggandengnya
karena ku hanya binatang yang melata
yang hanya dapat melihat dua warna

aku hanya seekor anjing kampung
yang tak pernah bisa beruntung
yang selalu merasa terkurung
dalam himpitan kasih tak berujung

kepada siapa ku dapat bertanya
kepada apa ku akan memaksa
untuk mencarikan aku sebersit cinta
cinta yang tak mengenal akan warna
warna yang telah membisukan mata
warna yang telah melumpuhkan telinga
warna yang telah membutakan jiwa