Poem29 March, 2007 07:12:35

jantungku berdegup dengan kencang
saat ku tahu dirimu kan datang
seharusnya aku akan merasa senang
tapi ku takut dirimu akan menghilang

ku bukan lelaki yang pantas dengannya
aku hanya seseorang tanpa apa apa
seseorang yang lebih pantas dihina
yang tak bisa memberikan keinginannya
yang tak dapat mewujudkan impiannya

aku takut engkau kan pergi
pergi meninggalkan ku sendiri
pergi dengan meninggalkan mimpi
mimpi yang pernah kita jalani

aku takut ku akan mencintai
dirimu wahai pujaan hati
dirimu yang tak bisa termiliki
hingga ku menentang semua kenyataan ini

yakinkah dirimu ingin bertemu aku
siapkah engkau untuk menjadi bisu
kuatkah engkau melawan semua pilu
karena aku jauh berbeda dari anganmu

ku bukan orang yang dapat memberi mu segala
ku tak punya sesuatupun yang buat mu bangga
karena aku memang lelaki biasa
yang hanya mempunyai sedikit kata-kata
kata-kata yang sangat tak berharga

Poem 06:13:46

berjalan tertatih dalam terik gurun
gurun waktu yang lambat mengalun
mengeringkan cintaku tanpa ampun
hingga tak tersisa sedikit pun

kejam dunia ini tak berbalas
hingga wajahku pucat memelas
menunggu cinta yang telah tergilas
menjadi keping-keping yang terbias

mungkin di sini ku tak mungkin mencinta
mungkin di sini ku tak dapat dicinta
haruskah ku menanti hingga akhir masa
menunggu dirimu di dalam surga

perasaan ini datang dan pergi
tak pernah diam di dalam hati
tak pernah mau lagi mengerti
bahwa engkau telah termiliki

oh pemilik senyuman yang buas
tak pernahkah kau merasa puas
membuatku menjadi seperti kapas
melayang di langit asmara yang luas
mencari celah dalam hatimu yang keras

ku tak tahu aku mencari apa
ku tak tahu aku menunggu apa
ku hanya ingin mencintanya
ku cuma ingin merabanya
walau semua terbungkus dalam dosa

benarkah aku diterima oleh surga
ataukah ku telah dinanti neraka
karena semua dosa yang aku cipta
saat mencintai dirimu yang telah berdua
saat melupakan dirinya yang menunggu di sana

aku bukan orang yang sempurna
bahkan, bukan orang yang pantas dipuja
melainkan ku hanya lelaki biasa
yang selalu berusaha membuatmu tertawa

bila kau tak menemui aku di surga
sudikah engkau mencariku di neraka
memberi ciuman kasih penuh cinta
ciuman yang ku nanti selamanya

haruskah aku selalu mendendam
pada takdir yang telah terekam
pada kenyataan yang tersuram
karena itu hanya buat jiwaku kelam