Poem25 April, 2007 05:24:02
deru napas kendaraan memacu
dalam panasnya suasana kalbu
bising suara langkah menggangu
dalam ramai kegelisahan hatiku

ku ingin dapat menemani dirimu
untuk bisa selalu bersamamu
karena itu ku tercipta untukmu
mengobati semua desah pilu

ku coba untuk membuatmu tersenyum
melintasi semua batasan yang terkagum
oh bunga, engkau indah walau hanya sekuntum
meski kini ku hanya mampu menjadi pengagum
tak pernah ku kecewa meski hati ku terhukum
tanpa segengam kelopakmu yang dapat ku cium

kumohon cintai aku lagi
walau kau tak dapat memberi
agar ku tak lagi merasa sendiri
lalui malam-malam ku yang sepi

tak dapat ku panggil namamu
terlarang ku untuk menjamahmu
tapi ku tak sanggup menutup semua rindu
yang sesak memenuhi rongga hatiku

adakah kiranya kau berpura-pura mencinta
agar aku tak merasa perih semua luka
ataukah kau benar dan jujur berkata
akan semua perasaan dirimu yang sesungguhnya
kumohon sebuah jawaban yang sejujurnya
agar aku dapat terlepas dari belenggu duga
yang telah mengikatku dalam jutaan tanya

katakan walau nanti ku rasa hampa
katakan walau nanti ku rasa cinta
katakan walau nanti ku rasa hina
katakan walau nanti ku rasa bangga

bunuhlah aku bila engkau harus membunuhku
angkatlah aku bila engkau memang mencintaiku
tak sanggup ku terima keduanya di satu waktu
tak sanggup ku hidup dalam dunia beralas ragu

sungguh aku memang mencitaimu
tapi ku sanggup untuk melupakanmu
bila engkau menginginkan ku jadi temanmu
bila ternyata memang tak ada cinta itu

dalam balutan pagi ku menanti
jawaban yang jujur dari hati
jawaban yang tak tercemari
jawaban yang tak terkotori

aku kan tetap cinta
walau kau tak bisa
cinta yang hanya aku rasa
cinta yang hanya aku bina
dalam hatiku yang telah hampa

ku ucapkan selamat untuknya
yang telah dapat kau terima
bersanding bersamanya
hingga akhir dari segalanya

tak ingin ku menunggumu
walau ku mau semua itu
tak sanggup ku menantimu
walau ku ingin rasakan itu

karena ku ingin melihatmu bahagia
tak tercela dari sebuah duka
yang membuat dirimu terluka
walau hati kecilku mungkin tertawa

Poem23 April, 2007 05:36:12

ku ingin bisa menutup mata
untuk melupakan segalanya
tapi hati tak pernah bisa rela
menghilangkan bayang dirinya

kenapa ku bukan orang yang tertuju
kenapa ku bukan orang yang kau mau
kenapa waktu tak berpihak padaku
kenapa semua tak berada di belakangku

terkutuk aku bila harus melupakanmu
karena kau telah bersarang dalam hatiku
walau ku tak bisa bersanding denganmu
tapi ku ingin kau bisa selalu bersamaku
yang kini sulit ku dapatkan semua itu

maafkan aku, maafkan diriku
tak ikhlas hati ini meninggalkanmu
tak kuasa mulut ini diam padamu
tak biasa telinga ini hening tanpa tawamu
walau akhirnya ku harus menjalani semua itu
walau kau janji untuk setia menemaniku

ku katakan semua dengan jujur
walau semua tak lagi dapat terukur
walau tak ada lagi yang dapat ku hibur
karena dirimu telah jauh membuatku hancur
meninggalkan aku yang perlahan terkubur
dalam puing cinta yang telah lama tertidur

ku tak mau menjadi penggangu
dalam hari-hari mu yang biru
dalam setiap malam-malammu
walau ku tak bisa menerima semua itu

Poem18 April, 2007 03:31:08

semua kegalauan mencuat dalam hati
mengoyak daging tubuhku yang telah mati
meracuni darahku yang tak lagi teraliri
hingga ku tak mampu berfikir lagi
hingga ku tak bisa melangkah pergi

haruskah ku merasa sedih
melihatmu pergi, wahai kekasih
menghilang dalam kabut yang putih
tenggelam dalam air mata yang jernih

kenapa semua ini palsu
kenapa semua ini bisu
kenapa semua ini pilu
kenapa semua ini ragu

wahai engkau yang ada di sana
menghampiriku lewat suara
menyentuhku dengan tawa
memelukku dengan manja
apakah kau tahu yang kurasa?
ataukah kau hanya berpura-pura
mengacuhkan aku dengan kejamnya
melupakan aku, untuk bisa bersamanya

ini akhir dari segalanya
yang tak pernah ada awalnya
yang tak pernah ada isinya
hanya perasaan yang terluka

Poem 03:18:55

aku…
penuh dosa dan ragu
terkutuk dalam setiap langkahku
tercela dalam setiap cintaku
terazab dalam setiap kataku

aku akan selalu menginginmu
hingga tiada seorangpun yang mampu
menerkanya dengan detik waktu
menyamainya dengan langit biru

aku memang orang yang terkutuk
jelmaan semua yang terburuk
titisan semua yang terpuruk
mencintai orang yang tak teruntuk
mengharap cinta yang telah tertutup

inginku tak pernah dapat terlaku
walau ku harus berkorban untuk itu
hingga kapanpun tak dapat mendapatmu
karena takdirmu bukan untukku

Poem 02:33:35

menghela nafas tak teratur
terpejam mata tak tertidur
lelah ku rasa tak lagi terukur
lelah aku mencoba untuk menghibur
diriku yang telah mati terkubur

ku berusaha menghapus dirimu
berusaha tak mengenalmu
tapi bayangmu selalu melintasiku
berjalan di sudut-sudut otakku

apakah kau benar mengetahui perasaanku
perasaan yang aku sendiri pun tak tahu
perasaan yang selalu muncul di depanku
perasaan yang selalu menginginkanmu
perasaan yang setia mencambukku
hingga ku tak tahu lagi apa mauku

kenapa aku jatuh cinta padamu
kenapa aku begitu menyayangimu
walau akhirnya ku harus membisu
melihatmu tak bisa bersamaku
melihatmu tak bersanding di sisiku

tuhan.. apakah semua ini nyata?
ataukah aku telah menjadi buta?
hingga aku rela untuk menerima
sebuah cinta yang telah terluka
yang tak sanggup bersemi selamanya

Poem15 April, 2007 03:38:02

semudah itukah semua terkerah
semudah itukah semua berubah,
semudah itukah semua tercurah
semudah itukah semua terbantah,
semudah itukah semua tertumpah
semudah itukah semua terpatah,
semudah itukah semua tersumpah
semudah itukah semua terpecah

mudahkah cinta untuk terkata
mudahkah cinta untuk terlupa
mudahkah kasih untuk dirasa
mudahkan kasih untuk dicela

apakah semua sudah takdirku
memberi cinta kepada bayangmu
yang dapat berubah setiap waktu
hingga ku tak tahu lagi siapa dirimu

apakah cinta hanya permainan
apakah cinta sebuah selingan
benarkah semua hanya perasaan
dari hatiku yang penuh pengharapan

entahlah aku tak tahu lagi
sudahlah aku tak lagi peduli
benarkah aku terlalu bernyali
ataukah aku tak pernah mengerti
azab dari cinta seperti ini

kau membuang aku bagai debu
yang menempel di atas baju
yang memang tak pernah kau mau
yang cuma bisa merusak indahmu

haruskah aku merasa sedih
mencintai orang yang kupilih
menyayangi dirimu tanpa pamrih
hingga akhirnya aku merasakan perih
dari cinta yang kuanggap putih

Poem 03:35:52

menunduk aku berjalan mundur
melupakan cinta yang telah terlumur
mendustai cinta yang ku anggap subur
membohongi hatiku yang menjadi kabur

teringat jelas semua kata indah
yang dulu pernah terucap sudah
kini aku mencoba untuk memecah
manisnya cinta yang telah merekah
hingga ku yakin semua telah musnah
hingga ku yakin semua menjadi sampah
karena kini dirimu telah berubah

ini akhir ku
ini ajal cinta ku
terpenggal oleh waktu
yang datang menghakimiku
yang datang untuk membunuhku
dari hatimu yang tak pernah untuku

tuhan telah mengutukku
tuhan telah menghukumku
karena ku terlalu bernafsu
karena ku menjadi benalu
karena ku mencinta dirimu

kini ku tahu cinta yang kau beri
kini ku sadar kasih yang kau janji
hanya bertahan sampai di sini
tak mampu hidup lebih lama lagi
karena ku sudah tak diingini
karena ku telah dianggap mati

Poem13 April, 2007 03:42:36

diam, hanya diam mulut ini
tak mampu melawan keinginan lagi
hanya mampu bertanya sendiri
hanya mampu mengikhlaskan hati

ku harus menerima semua ini
cinta yang telah terlumur di hati
tertumpah dari perasaan yang suci
harus terbakar oleh panasnya api
hingga tiada tersisa lagi

ku bukan siapa-siapa lagi
ku tak seperti yang dulu lagi
semudah itukah cinta harus terhenti
semudah itukah kasih harus mati
karena ku sudah tak diingini

tak pernah sekalipun ku sesali
semua cinta yang telah ku beri
walau kini ku harus merasakan sepi
walau kini ku harus menelannya sendiri
walau kini ku harus menangis dalam mimpi
mimpi yang telah membuatku mencintai
mimpi yang tak seindah dulu lagi

sedihku telah terhempas
tangisku telah terlepas
hatiku telah terampas
cintaku telah terpangkas
menjadi keping-keping yang tergilas

tak ada cahaya lagi di malam hari
yang ada hanya kegetiran dalam hati
ku tak ingin mengganggu dirimu lagi
biarlah ku pergi untuk menyendiri
biarlah ku menjauh untuk menyesali
biarlah ku terbuang untuk mati
biarlah ku melupakan semua yang kulalui
biarlah ku melupakan engkau, putri

semoga kau dapat tersenyum selalu
semoga kau tak lagi rasakan pilu
tanpa ada aku menemanimu
tanpa ada aku mengganggumu

terima kasih sayangku
terima kasih cintaku
engkau selalu tetap dihatiku
walau aku telah terusir dari dirimu

kini ku harus melangkah pergi
agar dirimu tak terusik lagi
agar dirinya dapat mencinta lagi
selamat tinggal cinta yang murni
selamat jalan kasih yang suci

Poem11 April, 2007 03:45:29
tak ku sesali
tak ku ingkari
cinta yang telah ku beri
cinta yang tulus dari hati

walau engkau tak mau temani
diriku yang harus sendiri
walau engkau berangsur pergi
meninggalkan semua janji
tapi semua tetap aku syukuri
cinta yang pernah kau beri
cinta yang pernah melekat dalam diri
cinta yang dulu pernah berseri
walau kini tak terbaca lagi

apa masih ataukah telah berlalu
kisah ini diinginkan olehmu
semua pertanyaan ini bermunculan selalu
semua pertanyaan yang tak terjawab tanpamu

katakan ku harus bagaimana
katakan ku harus berbuat apa
agar kau mau mengatakan semua
agar semua dapat lagi terbaca

ku bagai orang tersesat
yang tak pernah dapat melihat
tak ada lagi yang bisa ku dapat
dari semua kegelapan yang mencuat
dari semua kebisuan yang tertambat

kenapa semua hanya bisa diam
kenapa semua menjadi terbungkam
tertawakah mereka melihatku karam
senangkah mereka mendengarku tenggelam
dalam kebingungan yang kian dalam
dalam kegetiran yang makin tertanam

ku mohon katakan lah sesuatu
yang dapat membuka mataku
agar ku dapat melihat indahmu
yang tulus indah seperti dulu

Poem10 April, 2007 03:46:53

cinta…….
hilang tak terasa
tertelan lebat belantara
tertumpah oleh duka
terjerembab penuh luka

kemanakah engkau berada
cinta yang telah kurasa
dimanakah engkau terjaga
ku ingin selalu bersama

suara mu yang begitu manja
tak pernah telingaku kan lupa
tak pernah hatiku kan meraja
tanpa ratuku yang menjaga

wahai.. semua cinta yang tertolak
berkumpullah semua dalam otak
agar ku dapat kembali bergerak
memujimu wahai cinta sejenak

selamanya ku kan selalu mengagumimu
walau engkau sudah tak bersama ku
ku ingin kan cinta mu selalu
walau bukan cinta yang murni darimu

teringatku akan sebuah lagu
yang kau nyanyikan selalu
yang kau kagumi setiap waktu
masihkah kau nyanyikan itu
walau kau tak lagi bersamaku