Poem9 April, 2007 06:48:54

aku orang yang terhapuskan
dalam dirimu tak teringatkan
dalam hatimu tak terpikirkan
dalam otakmu tak terasakan
dalam jiwamu tak terdengarkan
dalam telingamu terhapuskan

akankah kau ingat akan janji kita
masihkah kau ingat akan sumpah kita
ataukah kau telah melupakannya
ataukah kau tak ingin menyanggupinya

di sini ku mencoba untuk bertahan
mengharapkan sebuah keajaiban
mengharap kau dapat tersadarkan
mengharap kau masih teringatkan
akan sebuah janji yang telah diucapkan

ku berharap menjadi bagian terindah
dalam hatimu yang akan berubah
dalam hidupmu yang akan menjelajah
dalam sifatmu yang akan terajah

ku tak berani, ku tak sanggupi
bila kau meninggalkan ku sendiri
bila ku berbohong dalam hati
bila ku mendustai perasaan ini
bila kau akhirnya harus pergi

entah kau masih mau membaca
puisi-puisi yang tak terkata
yang tak dapat lagi kau rasa
yang tak mungkin lagi kau suka
yang tak boleh lagi kau cinta

Poem 05:50:16

apakah alur cerita telah habis
ataukah semua tersapu gerimis
inikah saat ku mulai untuk menangis
ataukah saat hatiku terluka teriris

benarkah kau telah ingin lupakan
ataukah sudah menjadi keharusan
benarkah tak ada yang kau rasakan
ataukah sudah tak lagi kau pedulikan

apakah ini saat-saat terakhir
menjalani kisah yang kan berakhir
mungkinkah kelak akan kembali terlahir
kisah baru yang tak pernah dapat tersingkir

jika kau inginkan aku untuk pergi
maka ku kan pergi dan tak kembali
jika masih ada bayangku dalam hati
kumohon jangan kau hapus nanti

entah aku harus bagaimana
aku hanya dapat pasrah saja
karena aku bukan siapa-siapa
karena aku entah ada dimana
karena aku entah bersama siapa

kuakui, aku memang bukan takdirmu
tapi apakah aku harus meninggalkanmu
tapi apakah aku harus menjauhimu
jujur aku tak bisa berbuat itu
karena engkau telah melekat di pikiranku
karena engkau telah menjadi diriku
karena engkau telah menjadi nafasku

siapa, dimana dan kapan lagi dalam hidupku
dapat bertemu seseorang yang sepertimu
dapat mencintai bayangan tubuhmu
yang memberi ku perasaan tulus itu
perasaan yang kau pancarkan selalu
dalam hari-hari terindah dalam hidupku

sebuah akhir yang tanpa titik
itu yang kuanggap terbaik
itulah yang ku inginkan terlarik
dalam kisah kita yang menarik
dalam kisah kita yang tiada titik

jangan katakan selamat tinggal
karena ku lebih baik terpenggal
jangan katakan sebuah perpisahan
karena ku lebih memilih terkoyakan
jangan pergi menjauh dariku
lebih baik kau bunuh saja aku
karena aku telah mati tanpa dirimu

hingga kapan kau akan mengingatku
hingga kapan bisiku dapat didengarmu
hingga kapan tanganku dapat menulis untukmu
hingga kapan kau akan bosan mengenalku