Poem18 April, 2007 03:31:08

semua kegalauan mencuat dalam hati
mengoyak daging tubuhku yang telah mati
meracuni darahku yang tak lagi teraliri
hingga ku tak mampu berfikir lagi
hingga ku tak bisa melangkah pergi

haruskah ku merasa sedih
melihatmu pergi, wahai kekasih
menghilang dalam kabut yang putih
tenggelam dalam air mata yang jernih

kenapa semua ini palsu
kenapa semua ini bisu
kenapa semua ini pilu
kenapa semua ini ragu

wahai engkau yang ada di sana
menghampiriku lewat suara
menyentuhku dengan tawa
memelukku dengan manja
apakah kau tahu yang kurasa?
ataukah kau hanya berpura-pura
mengacuhkan aku dengan kejamnya
melupakan aku, untuk bisa bersamanya

ini akhir dari segalanya
yang tak pernah ada awalnya
yang tak pernah ada isinya
hanya perasaan yang terluka

Poem 03:18:55

aku…
penuh dosa dan ragu
terkutuk dalam setiap langkahku
tercela dalam setiap cintaku
terazab dalam setiap kataku

aku akan selalu menginginmu
hingga tiada seorangpun yang mampu
menerkanya dengan detik waktu
menyamainya dengan langit biru

aku memang orang yang terkutuk
jelmaan semua yang terburuk
titisan semua yang terpuruk
mencintai orang yang tak teruntuk
mengharap cinta yang telah tertutup

inginku tak pernah dapat terlaku
walau ku harus berkorban untuk itu
hingga kapanpun tak dapat mendapatmu
karena takdirmu bukan untukku

Poem 02:33:35

menghela nafas tak teratur
terpejam mata tak tertidur
lelah ku rasa tak lagi terukur
lelah aku mencoba untuk menghibur
diriku yang telah mati terkubur

ku berusaha menghapus dirimu
berusaha tak mengenalmu
tapi bayangmu selalu melintasiku
berjalan di sudut-sudut otakku

apakah kau benar mengetahui perasaanku
perasaan yang aku sendiri pun tak tahu
perasaan yang selalu muncul di depanku
perasaan yang selalu menginginkanmu
perasaan yang setia mencambukku
hingga ku tak tahu lagi apa mauku

kenapa aku jatuh cinta padamu
kenapa aku begitu menyayangimu
walau akhirnya ku harus membisu
melihatmu tak bisa bersamaku
melihatmu tak bersanding di sisiku

tuhan.. apakah semua ini nyata?
ataukah aku telah menjadi buta?
hingga aku rela untuk menerima
sebuah cinta yang telah terluka
yang tak sanggup bersemi selamanya