semua kegalauan mencuat dalam hati
mengoyak daging tubuhku yang telah mati
meracuni darahku yang tak lagi teraliri
hingga ku tak mampu berfikir lagi
hingga ku tak bisa melangkah pergi

haruskah ku merasa sedih
melihatmu pergi, wahai kekasih
menghilang dalam kabut yang putih
tenggelam dalam air mata yang jernih

kenapa semua ini palsu
kenapa semua ini bisu
kenapa semua ini pilu
kenapa semua ini ragu

wahai engkau yang ada di sana
menghampiriku lewat suara
menyentuhku dengan tawa
memelukku dengan manja
apakah kau tahu yang kurasa?
ataukah kau hanya berpura-pura
mengacuhkan aku dengan kejamnya
melupakan aku, untuk bisa bersamanya

ini akhir dari segalanya
yang tak pernah ada awalnya
yang tak pernah ada isinya
hanya perasaan yang terluka