menghela nafas tak teratur
terpejam mata tak tertidur
lelah ku rasa tak lagi terukur
lelah aku mencoba untuk menghibur
diriku yang telah mati terkubur
ku berusaha menghapus dirimu
berusaha tak mengenalmu
tapi bayangmu selalu melintasiku
berjalan di sudut-sudut otakku
apakah kau benar mengetahui perasaanku
perasaan yang aku sendiri pun tak tahu
perasaan yang selalu muncul di depanku
perasaan yang selalu menginginkanmu
perasaan yang setia mencambukku
hingga ku tak tahu lagi apa mauku
kenapa aku jatuh cinta padamu
kenapa aku begitu menyayangimu
walau akhirnya ku harus membisu
melihatmu tak bisa bersamaku
melihatmu tak bersanding di sisiku
tuhan.. apakah semua ini nyata?
ataukah aku telah menjadi buta?
hingga aku rela untuk menerima
sebuah cinta yang telah terluka
yang tak sanggup bersemi selamanya

