deru napas kendaraan memacu
dalam panasnya suasana kalbu
bising suara langkah menggangu
dalam ramai kegelisahan hatiku

ku ingin dapat menemani dirimu
untuk bisa selalu bersamamu
karena itu ku tercipta untukmu
mengobati semua desah pilu

ku coba untuk membuatmu tersenyum
melintasi semua batasan yang terkagum
oh bunga, engkau indah walau hanya sekuntum
meski kini ku hanya mampu menjadi pengagum
tak pernah ku kecewa meski hati ku terhukum
tanpa segengam kelopakmu yang dapat ku cium

kumohon cintai aku lagi
walau kau tak dapat memberi
agar ku tak lagi merasa sendiri
lalui malam-malam ku yang sepi

tak dapat ku panggil namamu
terlarang ku untuk menjamahmu
tapi ku tak sanggup menutup semua rindu
yang sesak memenuhi rongga hatiku

adakah kiranya kau berpura-pura mencinta
agar aku tak merasa perih semua luka
ataukah kau benar dan jujur berkata
akan semua perasaan dirimu yang sesungguhnya
kumohon sebuah jawaban yang sejujurnya
agar aku dapat terlepas dari belenggu duga
yang telah mengikatku dalam jutaan tanya

katakan walau nanti ku rasa hampa
katakan walau nanti ku rasa cinta
katakan walau nanti ku rasa hina
katakan walau nanti ku rasa bangga

bunuhlah aku bila engkau harus membunuhku
angkatlah aku bila engkau memang mencintaiku
tak sanggup ku terima keduanya di satu waktu
tak sanggup ku hidup dalam dunia beralas ragu

sungguh aku memang mencitaimu
tapi ku sanggup untuk melupakanmu
bila engkau menginginkan ku jadi temanmu
bila ternyata memang tak ada cinta itu

dalam balutan pagi ku menanti
jawaban yang jujur dari hati
jawaban yang tak tercemari
jawaban yang tak terkotori

aku kan tetap cinta
walau kau tak bisa
cinta yang hanya aku rasa
cinta yang hanya aku bina
dalam hatiku yang telah hampa

ku ucapkan selamat untuknya
yang telah dapat kau terima
bersanding bersamanya
hingga akhir dari segalanya

tak ingin ku menunggumu
walau ku mau semua itu
tak sanggup ku menantimu
walau ku ingin rasakan itu

karena ku ingin melihatmu bahagia
tak tercela dari sebuah duka
yang membuat dirimu terluka
walau hati kecilku mungkin tertawa