Poem15 June, 2007 09:14:45

jauh sudah jarak tak terukur
lama sudah waktu tak terumur
perlahan hatiku telah terjemur
kering dan tak lagi subur

kepada pencipta jagad raya
kumohon bawa aku padanya
kan kutulis lagi lembaran cinta
lembaran yang kini berhenti terkata

kepada penyair mimpi
bacakan aku sekali lagi
akan sair kegalauan hati
agar ia dapat selalu mengerti
bahwa aku menginginkannya di sini

kepada pujangga sastra
sudikah engkau sampaikan padanya
apa yang ada di dalam dada
yang tertulis dalam bingkai duka
bingkai kerinduan akan dirinya

ku ingin sebuah dekapan
hingga ku dapat melupakan
perasaan yang tertumpuk dalam angan
perasaan yang tak dapat terucapkan

Poem 08:58:42

melihat tinggi ke angkasa
seakan menembus pintu surga
dari angan yang belum juga terjaga
terlelap akan buaian jutaan cinta

aku belum ada di sana
aku masih di dunia
dunia yang bertumpuk duka
dunia yang penuh derita

mengapa semua harus memilih
mengapa semua harus teralih
dari semua yang terkasih
dari semua yang terperih

aku ingin hidup di surga
di mana tak ada pilihan di dalamnya
di mana tak ada jiwa yang terluka
di mana ku bisa dapatkan semua

aku orang yang serakah
bagai tumpukan sampah
terkutuk oleh serapah
yang selalu mengingkari sumpah

aku hanya bisa bermimpi
walau ku tahu semua tak terjadi
aku hanya bisa memaki
walau ku tahu semua tak termiliki

Poem14 June, 2007 05:43:54

pernahkah kau mencoba memikirkanku
yang tak pernah berhenti mengharapmu
dapatkah kau membaca semua isi otakku
yang tak pernah berhenti menyebut namamu

ku ingin bersembunyi dalam hatimu
yang setiap saat dapat memujamu
ku ingin bersembunyi dalam pikiranmu
yang setiap waktu dapat menyapamu

walau ku tak pernah dapat bersamamu
tapi ku yakin namaku ada dalam dirimu
walau hanya setitik kecil penuh ragu
tapi ku yakin kau akan selalu mengingatku

ku mampu berenang dalam aliran darahmu
merasakan hangat dari desah nafasmu
ku mampu menggali ke dalam hatimu
walau kerasnya melebihi sebongkah batu

mungkin mereka tak pernah percaya
akan semua yang telah terkata
mungkin semua akan kembali mencibir
akan cinta ku yang kini ku ukir

bagai alunan musik aku akan terbang
menciptakan nada yang tak pernah sumbang
bagai goresan kuas aku akan terbayang
yang akan menyinarimu dengan terang
semua akan mampu ku bentang
walau ku sadar aku bukan pemenang

Poem13 June, 2007 15:20:38

tergeletak dalam hati yang terjebak
membuang semua perasaan yang terdesak
kesalahan demi kesalahan kian memuncak
dalam bongkahan hati yang mulai retak

aku mati hari ini
mati dalam keheningan pagi
kenapa semua kembali terjadi
ku telah melukainya sekali lagi

semua rasa berkumpul menjadi satu
menyatu dalam pelabuhan bisu
menghujam keras ke dalam kalbu
keras melebihi sebongkah batu
hingga ku hanya bisa diam terpaku

belum terucap maafku yang pertama
kini telah kembali membuatnya terluka
dalam sayatan kata
membekas dalam hari-harinya
membekas dalam ruang hatinya

sekali lagi aku mati
terkubur dalam kegalauan hati
hatimu yang selalu ku sakiti
tanpa pernah bisa ku mengerti
tanpa pernah bisa ku perbaiki

kini ku hanya mampu menghindar
bersembunyi dalam perasaan yang memudar
yang membuat jiwaku terus berputar
membiarkan pikiranku diam terlantar

terimakasih ku ucapkan
pada dirimu yang telah mengingatkan
menampar sifatku yang memuakkan
hingga ku tersadar akan kenyataan
bahwa kau telah jauh meninggalkan

bila kau sudi memetik maafku pada matahari
maka aku akan tersenyum di siang ini
ku tak akan pernah bosan untuk mencari
celah hatimu yang telah berangsur mati

bila kau mampu membaca maafku pada sinar bulan
maka malam ini ku dapat merasakan kehangatan
tak pernah hati ini berhenti memohon
walau kau telah enggan untuk memafkan

Poem12 June, 2007 06:31:14

warna kebiruan tergambar di angkasa
saat fajar telah kembali menyapa
di sini aku masih terdiam tak bicara
tak tahu apa yang bergerumul di kepala
hingga sekali lagi aku kembali terjaga

wahai pagi yang enggan menanti
tak sadarkah engkau apa yang ada di hati
tak pedulikah engkau pada diri ini
engkau datang di saat yang tak kuingini
engkau datang di saat dia telah jauh pergi

ku tujukan semua puisi ini
kepada engkau si penjaga hati
yang lelah dan bosan mengawasi
hatiku yang kini lepas tak terkendali
mengejar cintanya yang tak ku miliki
mengejar cintanya yang telah lama mati

biarlah kulihat lagi rembulan
karna hanya dia yang mau berteman
mendengarkan semua keinginan
yang telah lama ku pendam

biarlah ku nikmati semua bintang
yang selalu dapat berterus terang
menceritakan semua dengan gamblang
tentang dirinya yang telah hilang
dirinya yang tak mungkin lagi ku sayang

melalui malam akan ku sampaikan
semua do’a dan pengharapan
agar engkau dapat selalu bertahan
bersamanya yang tak lagi terpisahkan
bersamanya yang kini telah tersatukan