warna kebiruan tergambar di angkasa
saat fajar telah kembali menyapa
di sini aku masih terdiam tak bicara
tak tahu apa yang bergerumul di kepala
hingga sekali lagi aku kembali terjaga

wahai pagi yang enggan menanti
tak sadarkah engkau apa yang ada di hati
tak pedulikah engkau pada diri ini
engkau datang di saat yang tak kuingini
engkau datang di saat dia telah jauh pergi

ku tujukan semua puisi ini
kepada engkau si penjaga hati
yang lelah dan bosan mengawasi
hatiku yang kini lepas tak terkendali
mengejar cintanya yang tak ku miliki
mengejar cintanya yang telah lama mati

biarlah kulihat lagi rembulan
karna hanya dia yang mau berteman
mendengarkan semua keinginan
yang telah lama ku pendam

biarlah ku nikmati semua bintang
yang selalu dapat berterus terang
menceritakan semua dengan gamblang
tentang dirinya yang telah hilang
dirinya yang tak mungkin lagi ku sayang

melalui malam akan ku sampaikan
semua do’a dan pengharapan
agar engkau dapat selalu bertahan
bersamanya yang tak lagi terpisahkan
bersamanya yang kini telah tersatukan