tergeletak dalam hati yang terjebak
membuang semua perasaan yang terdesak
kesalahan demi kesalahan kian memuncak
dalam bongkahan hati yang mulai retak
aku mati hari ini
mati dalam keheningan pagi
kenapa semua kembali terjadi
ku telah melukainya sekali lagi
semua rasa berkumpul menjadi satu
menyatu dalam pelabuhan bisu
menghujam keras ke dalam kalbu
keras melebihi sebongkah batu
hingga ku hanya bisa diam terpaku
belum terucap maafku yang pertama
kini telah kembali membuatnya terluka
dalam sayatan kata
membekas dalam hari-harinya
membekas dalam ruang hatinya
sekali lagi aku mati
terkubur dalam kegalauan hati
hatimu yang selalu ku sakiti
tanpa pernah bisa ku mengerti
tanpa pernah bisa ku perbaiki
kini ku hanya mampu menghindar
bersembunyi dalam perasaan yang memudar
yang membuat jiwaku terus berputar
membiarkan pikiranku diam terlantar
terimakasih ku ucapkan
pada dirimu yang telah mengingatkan
menampar sifatku yang memuakkan
hingga ku tersadar akan kenyataan
bahwa kau telah jauh meninggalkan
bila kau sudi memetik maafku pada matahari
maka aku akan tersenyum di siang ini
ku tak akan pernah bosan untuk mencari
celah hatimu yang telah berangsur mati
bila kau mampu membaca maafku pada sinar bulan
maka malam ini ku dapat merasakan kehangatan
tak pernah hati ini berhenti memohon
walau kau telah enggan untuk memafkan

