Poem23 August, 2007 03:42:58

sebelum ku berhenti mengingatmu
sebelum malamku tak lagi memimpikanmu
ku ingin kau dapat membaca lamunanku
yang tertuang dalam bingkai semu

mengapa engkau datang di setiap langkahku?
menjamah dengan tangan hampamu yang sayu
mengapa bayangmu menghantui setiap kejap mataku?
membutakan semua kenyataan yang telah berlalu

masihkah dirimu mampu mengingat?
caramu memberi senyuman yang hangat
untukku, yang kini terluka dan tersayat
untukku, yang kini hanya mampu menatap
cintamu yang tak pernah lagi akan ku dapat

aku, manusia dari masa lalu
yang tak ingin tersentuh waktu
berharap engkau kembali untuk menyapaku
memberikan senyuman yang telah lama kutunggu
yang memang kau lukiskan hanya untukku

engkau cinta dari sejuta rasa
tulus tanpa ada sedikitpun cela
walau tak pernah ku mampu mengungkapnya
karena aku bukan seorang pujangga
yang mahir untuk memutar kata
memujamu bagai keindahan tanpa noda
memujamu bagai harumnya nafas bunga

ku akan tertidur dalam khayalan
mencoba menggapai seutas kenyataan
agar ku dapat terbangun tanpa pengharapan
yang ku yakin tak dapat lagi terkabulkan

maafkan aku cinta,
karena aku orang yang tercela
yang takut menghadapi segalanya
bersembunyi dibalik semua cerita
cerita yang tersimpan tak terjaga
cerita yang menunggu tuk kembali terbaca

Poem 03:41:16

cinta,
sebuah pengorbanan tanpa titik atau koma
yang mampu dirasakan saat ia tiada
saat dimana kita sedang membutuhkannya
saat ia telah beranjak pergi untuk selamanya

aku telah membunuh cinta
dengan cara yang sangat nista
meracuninya dengan serbuk curiga
memenggalnya dengan tanya dan duga

maafkan aku cinta,
ku telah kehilangan semuanya
hingga ku tak lagi berdaya
menghadapi hidup ini tanpanya

ku hanya bisa menunduk dengan malu
menutupi mukaku dari segala penjuru
karna semua orang menunjuk ke arahku
seakan mereka menghina dan mengutukku
aku, yang telah berulang kali membunuhmu

tuhan, jangan lagi beri aku cinta
karna ku tak pernah mampu menjaganya
karna ku selalu membuatnya kecewa
tapi, ku tak mampu hidup tanpa dirinya
karna ku selalu dahaga akan sentuhannya

tuhan, kumohon ambil saja nyawaku
agar dirinya dapat terbebas dariku
karna ku lelah melihatnya tertusuk ragu
karna ku tak ingin lagi melihatnya terbelengu
dalam menanti ajalnya yang baru

Poem21 August, 2007 08:01:37

tak bisa ku lihat lagi senyum di dirimu
saat senja telah terbelenggu
tak dapat lagi ku nikmati parasmu
saat malam berangsur menjemputmu

senyummu telah tertutup panasnya mentari
indahmu telah tersaput bayangan bumi
kini tak ada lagi yang dapat kunanti
saat diriku telah merelakan engkau pergi
saat jiwaku mengikhlaskan dirimu berlari

temui aku lagi di kemudian hari
saat fajar membawamu kembali
datangi aku dalam setiap mimpi
saat aku merindukan engkau di sini

ku yakin engkau tersenyum siang ini
walau ku tak dapat melihatnya lagi
ku yakin dirimu kan memeluk tubuh ini
walau hangatmu tak boleh lagi ku nanti

panggil aku ketika kau kembali
teriakan namaku saat dia telah pergi
karena ku tak mau melewati semua ini
walau hanya sedetik di saat kau sendiri

mengapa engkau harus terus bersembunyi
tak bisakah engkau melawan takdir ini
tak mungkinkah kodrat ini ditulis kembali
agar aku dapat bersamamu lagi
agar aku dapat mencintaimu lagi

untukmu venus, ku yakin kau kan mengerti
walau engkau tak pernah lagi peduli

Poem18 August, 2007 05:43:42

wahai wanita dalam kanvas tak tergambar
tanpa goresan walau hanya selembar
jernih dan tak pernah dapat menjadi pudar
aku memujamu bagai sekuntum mawar
sekuntum mawar yang tak pernah mekar

terduduk aku bagai seorang terdakwa
tertuduh dalam kejahatan yang hina
tak dapat terampuni untuk selamanya
karna aku telah menjadi pendosa
mencinta wanita yang tak pernah ada
memuja wanita yang tak pernah nyata
mengharapkan engkau wahai wanita

ku tak pernah dapat berhenti
walau semua telah berteriak memaki
ku tak pernah dapat kembali
walau semua telah beranjak pergi
meninggalkan aku seorang diri
yang terlalu berharap dan menanti

haruskah ku merasa lelah dan jenuh
menanti mu yang semakin menjauh
akankah kau melihat aku yang lusuh
menanti dirimu yang telah terlabuh

wanita, engkau telah membuatku terpikat
dalam cinta yang tak mungkin tertambat
wanita, engkau telah membuatku sekarat
meninggalkanku dalam kotor dan karat

kan ku baca lagi kisahku yang tertulis
kali ini ku tak akan lagi menangis
walau hatiku menjadi pedih dan teriris
karna engkau telah tersenyum manis
bersamanya yang telah tergaris

Poem 04:49:51

aku terdiam dalam jelangga dunia
menghabiskan sisa penyesalan dalam dada
yang tak pernah lelah untuk datang bertanya
akan dirinya yang entah di mana

dia,
sebongkah kehidupan yang nyata
sesosok bayangan yang slalu menyapa
seberkas angan yang tak mampu berkata
tapi dia indah, walau ku tak mampu merasakannya

tertumpuk penuh semua tentangnya
menyesakan hatiku yang tersiksa
akankah ku dapat menjamahnya
walau hanya sedetik waktu surga
walau hanya setitik hembusan nafasnya

engkau indah walau ku tak mampu melihatnya
engkau cantik walau ku tak mampu membayangkannya
engkau yang mampu membuatku selalu tertawa
engkau yang telah lama terlupa

bahagiakah engkau tanpaku?
tersenyumkah engkau kepadaku?
walau ku tak ada di dekatmu
walau aku mungkin telah melupakanmu