Poem18 August, 2007 05:43:42

wahai wanita dalam kanvas tak tergambar
tanpa goresan walau hanya selembar
jernih dan tak pernah dapat menjadi pudar
aku memujamu bagai sekuntum mawar
sekuntum mawar yang tak pernah mekar

terduduk aku bagai seorang terdakwa
tertuduh dalam kejahatan yang hina
tak dapat terampuni untuk selamanya
karna aku telah menjadi pendosa
mencinta wanita yang tak pernah ada
memuja wanita yang tak pernah nyata
mengharapkan engkau wahai wanita

ku tak pernah dapat berhenti
walau semua telah berteriak memaki
ku tak pernah dapat kembali
walau semua telah beranjak pergi
meninggalkan aku seorang diri
yang terlalu berharap dan menanti

haruskah ku merasa lelah dan jenuh
menanti mu yang semakin menjauh
akankah kau melihat aku yang lusuh
menanti dirimu yang telah terlabuh

wanita, engkau telah membuatku terpikat
dalam cinta yang tak mungkin tertambat
wanita, engkau telah membuatku sekarat
meninggalkanku dalam kotor dan karat

kan ku baca lagi kisahku yang tertulis
kali ini ku tak akan lagi menangis
walau hatiku menjadi pedih dan teriris
karna engkau telah tersenyum manis
bersamanya yang telah tergaris

Poem 04:49:51

aku terdiam dalam jelangga dunia
menghabiskan sisa penyesalan dalam dada
yang tak pernah lelah untuk datang bertanya
akan dirinya yang entah di mana

dia,
sebongkah kehidupan yang nyata
sesosok bayangan yang slalu menyapa
seberkas angan yang tak mampu berkata
tapi dia indah, walau ku tak mampu merasakannya

tertumpuk penuh semua tentangnya
menyesakan hatiku yang tersiksa
akankah ku dapat menjamahnya
walau hanya sedetik waktu surga
walau hanya setitik hembusan nafasnya

engkau indah walau ku tak mampu melihatnya
engkau cantik walau ku tak mampu membayangkannya
engkau yang mampu membuatku selalu tertawa
engkau yang telah lama terlupa

bahagiakah engkau tanpaku?
tersenyumkah engkau kepadaku?
walau ku tak ada di dekatmu
walau aku mungkin telah melupakanmu