wahai wanita dalam kanvas tak tergambar
tanpa goresan walau hanya selembar
jernih dan tak pernah dapat menjadi pudar
aku memujamu bagai sekuntum mawar
sekuntum mawar yang tak pernah mekar
terduduk aku bagai seorang terdakwa
tertuduh dalam kejahatan yang hina
tak dapat terampuni untuk selamanya
karna aku telah menjadi pendosa
mencinta wanita yang tak pernah ada
memuja wanita yang tak pernah nyata
mengharapkan engkau wahai wanita
ku tak pernah dapat berhenti
walau semua telah berteriak memaki
ku tak pernah dapat kembali
walau semua telah beranjak pergi
meninggalkan aku seorang diri
yang terlalu berharap dan menanti
haruskah ku merasa lelah dan jenuh
menanti mu yang semakin menjauh
akankah kau melihat aku yang lusuh
menanti dirimu yang telah terlabuh
wanita, engkau telah membuatku terpikat
dalam cinta yang tak mungkin tertambat
wanita, engkau telah membuatku sekarat
meninggalkanku dalam kotor dan karat
kan ku baca lagi kisahku yang tertulis
kali ini ku tak akan lagi menangis
walau hatiku menjadi pedih dan teriris
karna engkau telah tersenyum manis
bersamanya yang telah tergaris

