aku terdiam dalam jelangga dunia
menghabiskan sisa penyesalan dalam dada
yang tak pernah lelah untuk datang bertanya
akan dirinya yang entah di mana

dia,
sebongkah kehidupan yang nyata
sesosok bayangan yang slalu menyapa
seberkas angan yang tak mampu berkata
tapi dia indah, walau ku tak mampu merasakannya

tertumpuk penuh semua tentangnya
menyesakan hatiku yang tersiksa
akankah ku dapat menjamahnya
walau hanya sedetik waktu surga
walau hanya setitik hembusan nafasnya

engkau indah walau ku tak mampu melihatnya
engkau cantik walau ku tak mampu membayangkannya
engkau yang mampu membuatku selalu tertawa
engkau yang telah lama terlupa

bahagiakah engkau tanpaku?
tersenyumkah engkau kepadaku?
walau ku tak ada di dekatmu
walau aku mungkin telah melupakanmu