dirimu bagai malaikat dan juga hantu
yang dapat menghentikan desah nafasku
saatku melihatmu tersenyum penuh ragu
senyuman yang telah lama ku tunggu

hai cinta yang tak sempat terkata
wahai kenangan yang selalu terjaga
dapatkah kau lihat goresan dalam mata
yang menuliskan sejuta kata cinta

aku menginginkanmu seperti dulu
yang mencoba untuk mendekatimu
meraih cintamu dengan senyumku
menjamah indahmu dengan tatapku

cintaku dalam hati tak akan mati
walau kau tak bersamaku nanti
Kagumku tak kan pernah dapat bertepi
walau ajal menjemput nyawa ini

Izinkan aku untuk dapat mencintaimu
karena ku memang menginginkan itu
kumohon jangan berikan cintamu padaku
karena ku hanya akan membasahi pipimu

oh tuhan, apakah ini anugrah yang kau beri
atau kutukan yang membuat ku mati
mati dalam kesombongan ku sendiri
mati dalam lamunan cerita lama ini

terima kasih cinta,
hadirmu menghilangkan dahaga
yang mengganjal tanyaku dalam dada
akan perasaan yang kusimpan lama