Poem6 May, 2008 02:58:25

telah banyak pahatan cerita
yang menghiasi jeritan kata
ku telah lupakan semua
walaupun tak dapat ku terima

kenapa engkau angkuh
menghabiskan semua peluh
kenapa harus kau bunuh
saat ku mencoba merengkuh

kau anugrah yang telah tercipta
dari semua keraguan yang ada
aku mencintaimu dalam tanya
tanya yang kau tutupi nyata

dua titik dari dua ruang yang berbeda
tak dapat disatukan selamanya
dua hati dari dua waktu yang berbeda
masihkah akan dapat mencinta?

kenapa kejujuran begitu sulit
tanpa ada sesuatu yang berbelit
kenapa kenyataan begitu pahit
sampai ku tersiksa dalam sakit

aku, siapamu?
kamu, siapaku?
tak dapat terjawab tanya itu
tak dapat semua menerima itu

entah.. memang aku bukan siapa-siapa
atau aku tak pernah jadi apa-apa
sekarang aku dapat menerima
sebuah pengorbanan yang tersia
pengorbanan yang ku tutupi selamanya

Poem2 May, 2008 23:49:56

aku berlari dalam gerbong mimpi
tak pernah berhenti untuk mencari
setitik harap yang enggan menanti
seberkas sinar yang kian menjauh pergi

adakah cinta di hatimu?
adakah harapan yang bertumpu?
dalam garis ragu yang tak menentu
untukku melawan semua kodrat waktu

taukah, ku menangis saat menciummu
sadarkah, ku tersiksa dalam do’a ku
saat detik waktu menghampiriku
merenggut cintamu dari sisiku

kini semua terserah waktu
kemana ia kan membawaku
kemana ia kan melemparku
dalam alur perjalanan hidupku

ku sadar kini ku telah jatuh..
dalam cintamu yang terbunuh
ku yakin hatiku telah runtuh
dalam dekapmu yang kian jauh

aku.. hanya aku yang tersisa
di semua akhir cerita
ku tak tahu, kapan itu kan terkata
sampai kau sadar itu semua tak nyata

kenapa kau bukan milikku
apakah itu salah ku
atau mungkin itu salah mu
yang pasti itu bukan salah waktu

waktu yang membuat ku bertemu dengan mu
waktu pula yang harus memisahkan cintamu
ku telah siap dengan semua itu
ku telah siap menerima walau ku pun ragu