Tentang penulis


Funny Farady Coastera, itu nama yang diberikan kedua orang tuaku, banyak orang yang bilang nama itu aneh, nyentrik, susah, lucu, dan lain-lain, yah aku bisa apa? toh selama ini nama itu sudah melekat dengan aku dan ngga mungkin lepas lagi. Sebenarnya apa sih arti dari nama itu? Pertama adalah Funny, mungkin orang tuaku ingin aku selalu dapat menghibur semua orang. Yang Masa kecil ku
kedua Farady, kata ayah saya ini diambil dari seorang penemu listrik (hmm lebih tepatnya listrik magnetik, bahasa kerennya elektromagnetisMichael Faraday wah jadi pelajaran IPA lagi neh. Yang terakhir Coastera, banyak yang menanyakan arti nama ini. Sebenernya nama ini diambil dari nama kapal dan ditambah akhiran 'a', karena ayah saya seorang TNI Angkatan Laut maka setiap akhir nama dari anak laki-lakinya diambil dari nama kapal. Frigate, Destroyer, Coaster, nah karena saya yang terakhir maka saya menyandang nama Coastera.
Masa Kecil ku Aku dilahirkan di kota padang, sebuah kota yang sampai saat ini aku lupa bentuknya seperti apa. Aku bungsu dari 4 bersaudara, dengan 2 orang kakak laki-laki dan seorang kakak perempuan. Masa kecil kuhabiskan di sebuah kota kecil bernama Sawahlunto, kota kecil yang menghasilkan batubara. Hampir setiap hari aku melihat truk-truk besar mondar-mandir di depan rumah.
Selepas aku TK (nol kecil), aku dan keluarga ku pindah menuju Jakarta, sebuah kota yang sarat akan tanda tanya. Penuh sesak orang, kendaraan dan polusi. Entah apa yang dicari orang-orang di kota ini. Aku melanjutkan Taman Kanak-kanak di TK Borobudur Cilandak.
Setelah Taman kanak-kanak, aku melanjutkan di SDN 01 Pagi Ciganjur, yang 4 tahun kemudian berubah nama menjadi SDN 01 Pagi Cipedak.
SMP, sebuah tingkatan yang lebih, dimana saat-saat ini boleh dibilang status telah berubah menjadi remaja, timbul rasa suka ke lain jenis, dan lain sebagainya. SMP pertama yang ku masuki adalah SMP Negeri 131 Ciganjur. Yah meskipun dekat dengan perbatasan Jawa barat (Depok), tapi SMP ini masih termasuk wilayah Jakarta Selatan. Di SMP ini ku tinggali selama 1,5 tahun, dan akhirnya aku harus meninggalkannya.
Saat kelas 2 SMP, aku pindah seorang diri menuju kota Solo (Surakarta). Selama hampir 2 tahun aku berada di kota ini, kota yang memberikan aku cambukan tersendiri karena harus jauh dari keluargaku. Tapi di kota ini aku mendapatkan motifasi untuk tetap berjuang. Sedikit demi sedikit kupaksa otakku untuk bekerja, mengejar ketertinggalan. SMP Negeri 7, itulah nama SMP yang kumasuki untuk belajar. Sering aku di olok-olok oleh teman-teman dan guru di sana, entah karena apa mereka selalu mengatakan aku "Anak Jakarte", "Orang gedongan" dan lain sebagainya. Benarkah Jakarta telah seburuk itu di mata mereka? Atau karena mereka terlalu sering menonton "Si Doel". Entah aku juga tidak pernah bisa mengerti. Tetapi kebingunan yang ku alami di hari-hari pertama ku pindah adalah, mereka bicara bahasa Jawa, sebuah bahasa yang masih asing di telingaku terlebih lagi untuk mulutku dan parahnya lagi terdapat mata pelajaran Bahasa Jawa, my God betapa sulitnya dulu, waktu pertama kali mempelajari bahasa ini, meskipun kedua orang tuaku adalah orang Jawa (Solo - Purwokerto) tapi tetap saja aku mati kutu.
Selepas SMP aku pindah untuk melanjutkan sekolahku di kota pelajar Yogyakarta, Kota yang ramah dengan segala macam jenis orang dari suku dan daerah yang berbeda. Tapi Yogyakarta yang ku lihat telah berubah, tak ada lagi rombongan pelajar menaiki onthelnya menuju ke kampus atau sekolahnya masing-masing atau kusir andong dengan suara detak sepatu kuda yang melintas, yang ada hanya sekumpulan sepeda motor dan mobil dengan polusi yang pekat. Kenapa semua harus mengikuti Jakarta, tak bisakah waktu berhenti di kota ini? agar kerasnya Jakarta tak menjangkiti Yogya.
Masa SMU, hmm... mungkin banyak orang bilang masa SMU adalah masa yang paling indah dalam kehidupan, saat dimana banyak orang merasakan apa itu cinta, benci, galau, patah hati dan yang lainnya. Oh iya, SMU yang ku diami selama 3 tahun adalah SMU Muhammadiyah 2 Yogyakarta atau sering disebut Big Muha, terletak di jalan Kapas dekat taman makam pahlawan Kusumanegara.
Masa kuliah, masa kebebasan, tak ada lagi rutinitas bangun pagi, tak ada lagi rutinitas mengejar-ngejar bus kota. Semua berjalan begitu santainya, yang asiknya kita nda dituntut untuk selalu masuk. Yaaah, 1-3 kali ngga masuk ngga apa-apalah. Aku mengambil Jurusan Teknik Informatika, Strata satu di STMIK AKAKOM Yogyakarta. Aku memilih tempat ini, bukan kata orang-orang kampus ini bagus, tapi aku memilihnya karena Perpustakaannya deket Hehehehe, bisa dibilang sebagian waktu aku habis di sini. Kalau ditanya kenapa aku milih Teknik Informatika? waah itu pertanyaan yang sulit. Salah satu penyebab kenapa aku memilih Informatika, mungkin waktu SD aku pernah membuat program sederhana (masih hasil referensi buku) dengan Basica, ngga ngerti juga itu bikin apa, maksudnya apa, tujuannya buat apa hehehehe, semua yang ada di buku aku ketikin aja, walhasil bisa juga aku ciptain program yang sederhana.
Wah ternyata kuliah itu hanya awal-awalnya aja yang enak, bisa santai. Tapi kalau udah mendekati akhir, capeknya pool, tugas ini, presentasi itu waaaah pokoknya capek banget. Tapi semua itu aku lewati dengan semangat, hingga Oktober, 2004 aku berhasil juga lulus.
Keinginan untuk sekolah lagi semakin membakarku untuk terus maju, bermodal nekat aku coba untuk memasuki jenjang selanjutnya, Strata dua. Pilihan pertamaku adalah Elektronika, walau masih mengendap keinginan untuk masuk ke Informatika lagi. Terlebih di UGM tidak ada jurusan Teknik Informatika, yang ada hanya Ilmu Komputer, emang dasar otak Enginer disuruh masuk ke Scientist jadi males banget. Ternyata jurusan Teknik Elektro UGM, membuka minat Sistem Komputer Informasi. Untungnya niat aku ini juga di dukung oleh ayahku, mungkin dia ingin salah satu dari anaknya mengikuti jejaknya, hehehehehehe.

Contact
Email : ffaradyc@gmail.com
YM! : hantulennon2004